<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pramuji Wibowo</title>
	<atom:link href="http://pramujiwibowo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pramujiwibowo.wordpress.com</link>
	<description>Katakan Hidup untuk Pendidikan dan Penyadaran Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Mar 2007 17:31:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pramujiwibowo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pramuji Wibowo</title>
		<link>http://pramujiwibowo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pramujiwibowo.wordpress.com/osd.xml" title="Pramuji Wibowo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pramujiwibowo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGARUH MOTIVASI TERHADAP EFEKTIVITAS BELAJAR</title>
		<link>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pengaruh-motivasi-terhadap/</link>
		<comments>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pengaruh-motivasi-terhadap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 17:28:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pramujiwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agak Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pengaruh-motivasi-terhadap/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengarkan kata-kata, “belajarlah yang giat”, “belajar pangkal pandai”, dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang salah mempersepsikan belajar sebagai kegiatan yang hanya membaca buku saja, berarti orang yang rajin belajar adalah orang yang rajin membaca buku. Belajar bukanlah dalam ruang lingkup itu saja. Belajar adalah suatu proses interaksi diri yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=15&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengarkan kata-kata, “belajarlah yang giat”, “belajar pangkal pandai”, dan lain sebagainya. Banyak dari kita yang salah mempersepsikan belajar sebagai kegiatan yang hanya membaca buku saja, berarti orang yang rajin belajar adalah orang yang rajin membaca buku. Belajar bukanlah dalam ruang lingkup itu saja. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Belajar adalah suatu proses interaksi diri yang melibatkan fisik, psikis dan lingkungan untuk mencapai tujuan , yaitu adanya perubahan yang bersifat progressif (maju) dalam ranah kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotorik (perilaku) <em>(Drs. Hardika M.pd)</em>. Dengan memahami betul konsep tersebut, ternyata belajar itu sangat luas sekali dan tidak hanya terbatas pada “membaca” saja. Interaksi diri yang melibatkan <em>fisik</em> artinya adanya pengindraan yang bisa menunjang proses belajar tersebut. <em>Psikis</em> artinya adanya motivasi yang mendorong seseorang untuk belajar. Dan <em>lingkungan</em>, artinya kekondusifan environmental sangat dibutuhkan dalam belajar. Semua interaksi ini ditujukan agar pengetahuan seseorang, sikap (moral) dan tindakan bisa mengalami kemajuan. Sebagai contoh, mari kita amati ilustrasi berikut ini. “Pada saat Pram sedang asik naik sepeda motor tiba-tiba ban sepeda motornya terkena paku dan terpaksa harus ditambal, setelah tengak-tengok kesana-kemari ternyata dipingir jalan ada tukang tambal ban. Pram langsung mendatangi tambal ban itu. Setelah sampai disana ban sepedanya langsung diproses dengan sangat cepatnya oleh tukang tambal ban, selama disana Pram melihat cara kerja, peralatan yang dipakai, bahkan dia bertanya berapa modal, keuntungan dan kerugian, harga ini dan harga itu, dan sebagainya. Dengan adanya peristiwa ini ranah kognitifnya menjadi luas dengan mengetahui tentang dunia penambalan ban. Dengan pengetahuan yang tidak disengaja ini juga, dia menjadi tertarik akan lapangan pekerjaan tersebut (ranah afektif). Sehingga dia membuka usaha penambalan ban dengan memperkerjakan banyak orang (ranah psikomotorik), tentu saja dari trik-trik yang dia dapatkan dari pengetahuan tadi”. Hal yang dilakukan Pram ini adalah contoh salah satu proses belajar. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Sangat luas sekali definisi dari belajar ini serta proses berlangsungnya bisa dimana saja, kapan saja dan tidak terbatas oleh waktu. Dengan latar belakang itu maka muncullah suatu konsep belajar sepanjang hayat. Diamana belajar tidak terbatas<span>  </span>ruang dan waktu. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Lalu apa hubungan motivasi dengan belajar ?. Sebelum beranjak lebih lanjut, mari kita pahami konsep dari motivasi itu sendiri. Motivasi adalah dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia. Ada tiga factor yang mempengaruhi motivasi seseorang yaitu kebutuhan, dorongan, dan tujuan (koeswara, 1989; Siagian, 1989; Schein, 1991; Biggs &amp; Telfer, 1987). Apabila seseorang mempunyai kebutuhan yang mendesak maka motivasinya akan meningkat, misalnya ; ada orang yang sangat lapar karena tidak makan selama tiga hari &#8211; tiga malam (lapar merupakan kebutuhan biologis) maka dia akan makan dengan sangat lahap, dari pada orang yang perutnya kenyang. Hal ini menggambarkan tentang motivasi makan. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Dorongan juga sangat mempengaruhi motivasi. Dorongan ini biasanya berupa reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Misalnya seorang anak yang takut diberi hukuman bila tidak mengerjakan PR oleh gurunya, maka dia akan memaksakan diri untuk mengerjakan meskipun dia tidak bisa. Begitupun juga, misalnya seorang guru yang bernama “X” berjanji akan membelikan Honda Jazz bagi yang mengerjakan PR. Jangankan murid dikelasnya, murid dikelas lain, atau bahkan murid disekolah-sekolah lainnya akan berebutan mengerjakan PR yang diberikan oleh guru “X” tadi. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Faktor terakhir yang mempengaruhi motivasi adalah tujuan. Tujuan, cita-cita, dan visi seseorang sangat mempengaruhi motivasi. Karena hal inilah, bapak besar proklamtor bangsa Indonesia Ir Soekarno pernah berkata, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”. Hal ini sangatlah benar, misalnya seorang perempuan yang bercita-cita hanya sebagai ibu rumah tangga maka motivasinya dalam bersekolah, beraktualisasi diri dan mengukir prestasi akan rendah, karena tujuan hidup bagi dia jelas sekali, hanya berkisar dapur, sumur, dan kasur (ungkapan adat jawa tradisional terhadap para perempuan). Hal tersebut akan berbeda bila kita bandingkan dengan seorang perempuan yang bercita-cita ingin jadi presiden, dia akan belajar dengan giat, mencoba aktif dalam partai-partai politik, mengukir prestasi yang bisa mengangkat harkatnya sebagai seorang wanita.</font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Setelah memahami hal tersebut diatas maka bisa dilanjutkan pembahasan tentang bagaimanakah pengaruh motivasi terhadap belajar. Belajar tanpa motivasi bagaiakan kendaraan bermotor tanpa bahan bakar, sehingga semewah apapun kendaraan tersebut tidak akan bisa dijalankan tanpa adanya bahan bakar. Selengkap apapun fasilitas yang dimiliki seseorang, meskipun ribuan eksemplar buku yang dia miliki, walaupun ratusan juta rupiah biaya yang dimiliki untuk pendidikan, tidak akan berpengaruh jika motivasi belajar tidak melekat didalam dirinya. Begitupun sebaliknya, seminim dan semiskin apapun seseorang apa bila motivasi belajarnya tinggi maka kekurangan didalam dirinya hanyalah kerikil kecil yang menghalangi langkah. Oleh karena itu apabila motivasi yang bersifat intrinsik (dari dalam diri) tidak dipunyai, maka motivasi ekstrinsik (dari luar diri)<span>  </span>harus segera aktif untuk membangkitkan motivasi intrinsik tersebut. </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Motivasi ekstrinsik yang paling utama adalah dari orang tua atau keluarga. Hal ini dikarenakan semenjak kecil anak bersosialisasi, menerima pendidikan (pendidikan informal) pertama kalinya adalah didalam keluarga, dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan yang terpenting atau utama terhadap perkembangan pribadi anak (Drs. Suwarno). Banyak kita ketahui orang tua yang hanya memberikan uang kepada anaknya untuk kuliah, dilengkapinya fasilitas kendaraan bermotor, Handphone, komputer, dll. Memang benar apabila lengkapnya fasilitas akan sangat menunjang seseorang dalam belajar, namun tanpa adanya motivasi baik intrinsic maupun ekstrinsik fasilitias tersebut tidak akan berpengaruh , bahkan bisa saja disalah gunakan. Dari hal ini maka muncullah kenakalan remaja, misalnya kebut-kebutan dijalan, uang SPP untuk beli narkoba, bahkan untuk berzinah.</font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman">Dengan pembahasan yang panjang lebar tersebut diatas, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan. Belajar sebagai proses interaksi untuk mencapai tujuan akan lbeih efektif, bila ditunjang dengan motivai yang tinggi, baik yang berupa intrinsik maupun ekstrinsik. Dan orang tua adalah hal yang signifikan dalam membangkitkan motivasi seseorang.</font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><font face="Times New Roman"> </font></span><span style="font-family:'Baskerville Old Face';"><span></span><span></span><span></span><span></span><span></span><span></span><span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pramujiwibowo.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pramujiwibowo.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=15&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pengaruh-motivasi-terhadap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf202bbb1ff2349748591e00a86af2e3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pramujiwibowo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ANTARA KULIAH DAN ORGANISASI</title>
		<link>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pemikiran/</link>
		<comments>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pemikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 15:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pramujiwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agak Serius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pemikiran/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat seseorang memasuki lingkungan akademik, salah satunya adalah lingkungan kampus maka semua aktivitasdan kepribadiannya secara tak sadar akan terbawa oleh lingkungan tersebut. Pada saat seorang mahasiswa yang tidak puas akan pengalamannya dalam bidang akademik saja maka mereka akan berkecimpung dalam organisasi. Organisasi adalah lingkungan penyempurna dari lingkungan akademik.Organiasai adalah penyempurna lingkungan akademik. Tidak bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=3&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman">Pada saat seseorang memasuki lingkungan akademik, salah satunya adalah lingkungan kampus maka semua aktivitasdan kepribadiannya secara tak sadar akan terbawa oleh lingkungan tersebut. Pada saat seorang mahasiswa yang tidak puas akan pengalamannya dalam bidang akademik saja maka mereka akan berkecimpung dalam organisasi. <span>Organisasi adalah lingkungan penyempurna dari lingkungan akademik.</span></font><span><font face="Times New Roman">Organiasai adalah penyempurna lingkungan akademik. Tidak bisa dipungkiri ilmu pengetahuan yang didapat dari dalam kelas kuliah hanya sebatas ranah kognitif saja (pikiran). Apabila dilengkapi dengan organisasi maka akan berkembang ranah afektif (sikap) dan psikomotorik (perilaku). Sehingga lengkap sudah kemajuan tiga ranah dari individu yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.</font></span></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><span>Suatu organisasi bisa dikatakan demikian karena organisasi tersebut adalah wahana laboratorium untuk mempraktekkan ilmu pengetahuan yang didapat dari perkuliahan. </span>Seperti kata-kata populer <em>“if I hear I forget, if I see I remember, if I do I know”</em>. Dan organisasilah yang akan membantu anda untuk <em>do</em> sehingga anda benar-benar <em>know</em>.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Bagi yang aktif dalam berorganisasi beruntunglah dia. Akan tetapi ada hal lain yang harus digarisbawahi dalam berorganisasi, yaitu tidak terlalu berlebiihan sebingga melupakan tujuan utama yaitu kuliah. Sedangkan organisasi sebagai pelengkap saja. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Adalah hal biasa jika mahasiswa bolos kuliah, bahkan cuti kuliah atau mengundurkan diri sekaligus dengan alasan berkorban demi kemajuan organisasi yang diikuti sekarang. Saya pernah sedikit membaca megnenai <em>sense belongness</em> yang tercakup dalam buku Psikologi Sosial karya Gerungan.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman"><em>Sense belongness </em>atau rasa keikut sertaan dan rasa bertanggungjawab organisasi memang penting ada. Dan bahkan harus ada agar eksistensi dari suatu organisasi tersebut bisa terus berlangsung. Namun sense belongness ini juga yang digunakan sebagai alasan untuk meninggalkan tujuan utama yaitu kuliah. </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Apabila dengan cermat kita amati disekeliling kita khususnya diwilayah Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang banyak mahasiswa yang terjebak dalam kesalahpahaman ini. Unit sebagai rumah kedua atau sebagai rumah utama memang benar adanya dan memang harus begitu untuk meningkatkan rasa memiliki kepada suatu organisasi tersebut. Akan tetapi jika Unit mengalahkan tujuan utama kuliah itu yang <strong>salah besar.</strong> </font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Dilihat dari segi tujuan masing-masing individu memanglah berbeda. Dan tidak bisa disalahkan jika kita berpijak pada hal tersebut. Namun sangat disesali jika mahasiswa sebagai akademisi tangguh berubah menjadi nonakademisi karena “berkorban demi suatu organisasi yang digelutinya”. Kata terakhir, saya beri tanda kutip karena menurut saya tidak semua mahasiswa yang benar-benar mengatasnamakan organisasi untuk meninggalkan kuliahnya. Organisator yang tangguh adalah orang yang pandai mengatur space-space kehidupannya. Jika hal ini yang terjadi maka terwujudlah suatu <strong>keseimbangan. </strong>Malah orang yang mengatasnamakan organisasi untuk meninggalkan kuliahnya adalah pengkhianat besar organisasi yang diikutinya dan secara terang-terangan telah menjelekkan nama organisasi tersebut.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Mahasiswa sebagai <em>agen of change</em> artinya adalah sebagai orang yang bisa mengadakan perubahan pada suatu sistem sosial (individu, keluarga, masyarakat, nusa bangsa) kearah yang lebih baik. Jika ingin benar-benar menjalankan kewajiban tersebut pegang dua pilar yiatu akademi dan organisasi.</font></p>
<p style="text-indent:0.5in;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Intinya adalah keseimbangan. Inilah menurut saya yang harus dipegang oleh setiap para organisator. Dan inilah senjata paling ampuh menurut filosof terkenal Pieget yang dikenalkannya sebagai Equilibrium. Keseimbangan untuk mengatur kapling-kapling pikirannya. Seorang organisator yang profesional apabila didasarkan oleh teori Pieget ini adalah bisa membedakan pemikiran pada saat di organisasi dan pemikiran pada saat kuliah. Mungkin contoh yang paling umum dan agak menggelitik ketidak profesionalan seorang organisator ketika permasalahan pribadinya dengan sesama anggota dibawahnya dalam forum organiasasi, sehingga mempengaruhi kinerjanya. Bahkan permasalahan ini bisa merembet sampai ke perkuliahan, dan seterusnya. Sangat sulit memang untuk menerapkan Equilibrium ini. Namun mari kita mencobanya. </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pramujiwibowo.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pramujiwibowo.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=3&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/pemikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf202bbb1ff2349748591e00a86af2e3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pramujiwibowo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/hello-world/</link>
		<comments>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2007 15:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pramujiwibowo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=1&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pramujiwibowo.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pramujiwibowo.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pramujiwibowo.wordpress.com&amp;blog=871291&amp;post=1&amp;subd=pramujiwibowo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pramujiwibowo.wordpress.com/2007/03/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bf202bbb1ff2349748591e00a86af2e3?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pramujiwibowo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
